Kapten Liverpool Jordan Henderson menganggap Jurgen Klopp tak hanya mahir dalam meramu taktik, tapi juga bisa mengangkat mentalitas para pemainnya yang dinilai sebagai kunci sukses The Reds.

Jordan Henderson (14) of Liverpool applauds the Liverpool supporters during the Premier League match between Leicester City and Liverpool at the King Power Stadium, Leicester on Thursday 26th December 2019. (Photo by Jon Hobley/MI News/NurPhoto)

Sejak kedatangan Jurgen Klopp di akhir tahun 2015 lalu, Liverpool memang tampil berbeda. Meski tak memberikan dampak instan, namun perlahan performa The Reds perlahan meningkat menjadi semakin lebih baik.

Pada akhirnya, di musim 2017/18 hasilnya sedikit nampak. Liverpool sukses melangkah ke babak final Liga Champions Eropa. Sayang sekali di laga puncak mereka dikalahkan Real madrid dengan skor telak 1-3. Alhasil, The Reds harus puas finish sebagai runner up.

Akan tetapi, Tim Marseyside mencoba membayar kesalahan mereka di musim berikutya. Kali ini, pasukan Jurgen Klopp berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa berkat kemenangan telak 2-0 atas Tottenham Hotspur di partai final.

Sedangkan musim ini, Jordan Henderson dkk melanjutkan performa positif mereka. Sang juara Eropa tampil menggila di ajang Premier League. Bahkan, dari 29 pertandingan yang telah berlangsung, mereka hanya kalah sekali, dan menang 27 kali.

Torehan tersebut membuat Liverpool sekarang berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 25 poin atas rival terdekatnya, Manchester City. Jika memenangkan dua laga berikut, otomatis gelar juara ada dalam genggaman mereka.

Berbicara tentang sukses Liverpool dalam beberapa musim terakhir ini. Kapten Jordan Henderson melayangkan sanjungan kepada pelatih Jurgen klopp. Bukan hanya soal meramu taktik, tapi kecerdikan sang pelatih mengangkat mentalitas rekan-rekannya.

“Mentalitas dan ketahanan semacam itu di dalam diri kami, terutama musim ini, sangat besar dalam hal pertandingan yang telah kita menangi. Saya merasa seolah-olah itu adalah sesuatu yang benar-benar mulai ditanamkan oleh manajer dalam tim ketika ia pertama kali datang.”

“Ketika ia pertama kali datang, saya bisa mengingat ia berbicara tentang untuk tidak pernah berhenti dan menyelesaikan atau mengubah mentalitas Anda dalam pertandingan,” kata Henderson di Sky Sports News.

Jika juara, Liverpool akan mengakhiri kutukan yang berlangsung selama tiga dekade terakhir. Sayang, kompet