Sami Khedira Tak Sabar Juara Liga Champions bersama Juventus

Usai memenangkan banyak trofi domestik bersama dengan Juventus sejak baru bergabung, gelandang Jerman, Sami Khedira mengaku sudah tidak sabar memenangkan gelar juara di panggung Eropa.

Sebagaimana diketahui, Sami Khedira bergabung dengan Juventus pada bursa transfer musim panas tahun 2016 silam. Pemain Jerman itu bergabung dengan status bebas transfer alias gratis setelah kontraknya bersama Real Madrid berakhir.

Sejak merapat ke Turin, Khedira sendiri sejauh ini telah memenangkan semua gelar domestik bersama Juventus. Tercatat, gelandang asal Jerman itu telah mengoleksi 4 trofi Liga Italia, 3 trofi Coppa Italia, dan 1 trofi Piala Super Italia.

Tentu saja itu adalah pencapaian yang luar biasa, namun tetap saja gelandang Tim Nasional Jerman masih merasa belum cukup. Dia ingin melengkapi torehan tersebut dengan menjuarai Liga Champions Eropa bersama Bianconneri.

Menurut Khedira, memenangkan gelar juara itu seperti sebuah candu, rasanya ingin terus dan lebih dari sebelumnya.

“Saya nyaris memenangkan semuanya, tetapi menjadi juara itu seperti candu. Jika Anda tidak meraih trofi di satu musim, musim berikutnya Anda mencoba memenangkannya. Mimpi saya adalah memenangkan Liga Champions bersama Juventus,” kata Khedira seperti dilansir Sportskeeda.

Sebenarnya, Khedira dan Juventus sempat nyaris memenangkan gelar Liga Champions Eropa di musim 2016/17. Saat itu, Bianconneri berhasil melangkah ke final, namun dikalahkan Real madrid pada partai puncak.

Terlepas dari kegagalan yang mengecewakan tersebut, Sami Khedira tidak patah semangat. Pemain yang kini berusia 33 tahun itu yakin Juventus dapat meraih trofi Liga Champions Eropa dalam waktu dekat ini.

“Saya rasa kami bisa menjuarainya dalam beberapa musim ke depan. Menurut saya, ini bukan mimpi pribadi, melainkan semua pendukung Juventus,” ujarnya.

Pemain Jerman sebelumnya pernah mencicipi gelar juara Liga Champions Eropa, tepatnya di musim 2013/14 silam, saat masih berkostum Real madrid. Ia pun mengaku saat-saat itu tidak dapat dilupakan. Khedira juga tak sungkan mengakui bahwa dia masih mengidolakan raksasa La Liga tersebut.

“Saya masih fan klub besar itu,” katanya mengakhiri.

Serie A akan bergulir lagi mulai 20 Juni 2020 mendatang, namun belum ada kabar tentang kelanjutan Liga Champions Eropa.

Resmi! Premier League Akan Digulirkan Lagi Mulai 17 Juni 2020

Sebuah kesepakatan akhirnya tercapai dalam pertemuan antara para pemangku kepentingan Premier league baru-baru ini. Kesepakatan yang tentu menjadi kabar baik, karena liga tertinggi di Negara tersebut akan bergulir kembali mulai 17 Juni 2020 mendatang.

Sebagai informasi, Premier League sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda akan bergulir lagi setelah Pemerintah Setempat mengeluarkan izin kepada klub-klub sepakbola untuk menggelar sesi latihan kembali sejak beberapa waktu lalu.

Dengan demikian artinya ada tanda-tanda bahwa Premier League akan digelar lagi mulai muncul. Namun, yang jadi masalah ada beberapa pemain yang menolak, bahkan ada yang menolak berlatih lagi di tengah pandemi ini.

Untungnya, situasi tersebut perlahan sudah mencapai solusi, dan para pemain sudah berlatih lagi seperti biasa, bahkan sudah diizinkan melakukan kontak fisik, namun tetap dengan protokol yang ketat.

Kemudian, Liga Primer Inggris merilis informasi resmi lewat laman mereka bahwa tanggal 17 Juni 2020 mendatang akan menjadi hari dimana kompetisi digulirkan kembali. Akan tetapi, demi menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat, butuh waktu untuk mempersiapkan kondisi.

Keputusan tersebut dibuat setelah para pemangku kepentingan Premier League, mulai dari pemilik saham, pemegang hak siar, dan perwakilan klub-klub menggelar pertemuan secara virtual.

Pertemuan tersebut akhirnya mencapai kata sepakat bahwa liga akan digelar lagi mulai tanggal 17 Juni 2020 mendatang, namun tanpa kehadiran penonton di tribun stadion.

“Hari ini kami sementara telah setuju untuk melanjutkan pertandingan Premier League pada Rabu 17 Juni.”

“Namun, tanggal ini tidak bisa dipastikan sampai kami telah memenuhi setiap kebutuhkan keamanan yang dibutuhkan, sebab kesehatan dan keselamatan semua partisipan dan suporter adalah prioritas kami,”

“Sayangnya, pertandingan bakal dimainkan tanpa fans di stadion, jadi kami senang bisa memberikan solusi positif untuk suporter, yakni bisa menonton semua 92 pertandingan sisa.” ujar Masters.

Sebagai informasi, Premier League sendiri sudah memainkan 28 pertandingan sebelum ditangguhkan pada pertengahan bulan Maret lalu.

Artinya, masih ada 92 pertandingan tersisa, termasuk laga antara Arsenal vs Manchester City dan Aston Villa melawan Sheffield United yang sempat tertunda.

Mulai Hari ini, Klub-Klub Premier League akan Gelar Latihan Lagi

Pihak Otoritas Liga Primer Inggris mengumumkan bahwa para kontestan liga telah sepakat untuk menggelar sesi latihan lagi mulai hari ini, Selasa 19 Mei 2020 waktu setempat.

Liga Primer Inggris memang jadi salah satu dari lima liga top eropa yang terdampak Pandemi Virus Corona. Kompetisi tersebut ditangguhkan sejak pertengahan bulan maret 2020 kemarin, dan setelah dua bulan lebih berlalu, baru ada sedikit kejelasan tentang kelanjutan kompetisi ini.

Belakangan, memang terdengar desas-desus bahwa Premier League akan kembali digelar mulai 13 Juni 2020 mendatang. Belum ada pernyataan resmi, tapi dipercaya memang pemerintah Inggris sudah melonggarkan Lockdown.

Mungkin, jadwal kelanjutan kompetisi bisa mundur dari rumor yang beredar, tapi setidaknya mulai ada tanda-tanda sebagaimana rilis resmi dari pihak Premier League.

“Pemegang saham Premier League hari ini memilih dengan suara bulat untuk kembali menggelar latihan grup kecil mulai besok sore, langkah pertama menuju rencana melanjutkan Premier League ketika aman dilakukan,” Demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Dalam keterangan lebih lanjut, Pihak Premier League juga menegaskan bahwa sesi latihan akan tetap digulirkan dengan protokol kesehatan yang ketat seperti social distancing dan sebagainya.

“Langkah Pertama dari Protokol Kembali Berlatih membuat skuad bisa berlatih dengan tetap menjaga social distancing. Latihan dengan kontak fisik belum diizinkan,”

“Langkah awal ini disepakati setelah melakukan konsultasi dengan pemain, manajer, doktor klub, ahli independen, dan pemerintah, Protokol medis yang ketat dengan standar tertinggi bakal memastikan semuanya kembali ke latihan dengan lingkungan yang paling aman,” tandasnya.

Menurut informasi yang terdengar, beberapa aturan cukup ketat akan diberlakukan selama sesi latihan berlangsung. BBC bahkan melansir bahwa para pemain dilarang melakukan kontak fisik dalam latihan, termasuk tekel.

Beberapa benda yang ada di lapangan termasuk gawang dan rumput juga akan disemprot dengan desinfektan sebelum sesi latihan berlangsung. Bahkan, akan ada tes medis yang diharuskan bagi orang-orang yang terlibat dalam sesi latihan, termasuk para pemain, pelatih dan staffnya.

Tentu saja kabar ini menjadi secercah harapan bahwa kompetisi bisa digulirkan dalam waktu dekat ini.

Legenda MU ini Dukung Liverpool Jadi Juara Musim 2019/20

Kendati berstatus sebagai legenda Manchester United, yang sejatinya adalah rival bebuyutan Liverpool, Edwin Van Der Sar tak menemukan alasan kenapa The Reds tidak layak diberikan gelar juara Premier League musim ini.

Sebagaimana diketahui, di klasemen terakhir Premier League, Liverpool sementara memimpin dengan keunggulan telak 25 poin atas rival terdekat, Manchester City. Jordan Henderson cs berhasil mengoleksi 82 angka dari 29 pertandingan.

Dengan kata lain, pasukan Jurgen Klopp hanya butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara Premier League musim ini, yang akan jadi gelar pertama selama 30 tahun terakhir. Namun mendadak, kompetisi dihentikan sementara karena pandemi covid-19.

Sudah dua bulan berlalu, Premier league belum juga digulirkan lagi. Malah, sempat ada rumor kompetisi akan dianulir dan gelar juara tidak diberikan kepada Liverpool. Namun, Van Der Sar tidak setuju dengan wacana tersebut.

Menurutnya, Liverpool tidak sekedar unggul jumlah poin, tapi memang tampil luar biasa sepanjang kampanye musim ini.

“Menurut saya, dengan sepak bola yang mereka mainkan dan keunggulan poin, gelar juara tidak diberikan itu tidak adil,” ujar Van der Sar seperti dilansir Sportskeeda.

Tapi, tampaknya wacana untuk menghentikan kompetisi tidak akan terwujud. Pasalnya, Pemerintah dan operator Premier League sedang menyiapkan protokol baru agar liga bisa digelar lagi.

Hal tersebut menyusul pandemi virus Corona Covid-19 yang tampak sudah mulai mereda. Pemerintah Inggris bahkan sudah memberikan kelonggaran terhadap aturan Karantina Wilayah.

Eks Kiper andalan Manchester United ini yakin, Premier League adalah liga yang dikelola dengan sangat baik, karenanya dia percaya kompetisi akan digulirkan lagi.

“Apakah liga akan diteruskan atau tidak, apa dampaknya ke Liga Champions, degradasi, atau memberi gelar juara ke Liverpool,” katanya.

Sosok yang kini bekerja sebagai direktur teknik Ajax amsterdam tersebut juga percaya bahwa klub-klub lain akan setuju jika gelar juara diberikan kepada Liverpool.

“Jika liga tidak bisa dimulai, saya kira semuanya akan menerima jika Liverpool juara,” ujarnya.

Tentu saja sangat disayangkan andai Liverpool gagal jadi juara, pasalnya mereka sudah menantikan ini selama 30 tahun terakhir.

Pelatih Barca Enggan Jadi Juara La Liga Tanpa Bertanding

La Liga Spanyol musim ini belum berlanjut, sempat ada wacana untuk menghentikan kompetisi dan Barcelona selaku pemuncak klasemen menjadi juaranya. Tapi, pelatih Quique Setien menolak tegas gagasan tersebut.

Penolakan tegas ini berkaitan dengan pernyataan Pemain Real Madrid, Thibaut Courtois beberapa waktu lalu. Kiper asal Belgia itu mengaku tidak terima jika Barcelona menjadi juara La Liga Spanyol musim ini, andai kompetisi benar-benar dihentikan.

Memang, Barcelona memimpin klasemen sementara La Liga Spanyol, tapi mereka hanya unggul dua poin saja atas Real Madrid. Selain itu, kedua tim sudah bertemu sebanyak dua kali. Barcelona tak mampu mengalahkan Real Madrid dalam dua pertemuan tersebut.

Sedangkan Real Madrid berhasil meraih kemenangan pada pertemuan yang digelar di Estadio Camp Nou. Torehan positif itulah yang membuat Courtois mengklaim bahwa timnya lebih layak menjadi kampiun La Liga.

Tapi faktanya, bukan cuma Courtois yang tak setuju jika Barcelona jadi juara andai kompetisi dihentikan. Pelatih Tim Catalan, Quique Setien juga tidak setuju dengan gagasan tersebut, karena menurutnya itu tidak masuk akal, juara tanpa bertanding.

“Saya tidak suka memenangkan gelar dengan cara seperti ini. Masuk akal jika klasemen tetap seperti ini. Namun realitanya adalah semua klub ingin menyelesaikan musim dan menjadi juara dengan memainkan semua laga, sama halnya dengan Liga Champions,” ujar Setien.

Belakangan, ada secercah harapan bahwa kompetisi bisa dilanjutkan lagi. Pasalnya, Pemerintah Spanyol sudah mengizinkan klub-klub La Liga untuk menggelar sesi latihan lagi. Alasannya, karena pertambahan kasus positif Covid-19 cenderung menurun.

Barcelona sendiri dilaporkan berencana menggelar latihan pada Rabu (6/05) waktu setempat. Namun, klub diwajibkan melakukan tes untuk mengetahui apakah pemainnya terinfeksi virus corona atau tidak.

Sedangkan pihak La Liga berencana akan menggulirkan sisa pertandingan musim ini tanpa kehadiran penonton. Hanya saja, belum ada jadwal pasti tentang kapan liga digulirkan lagi.

Selain La Liga, ada juga Premier League dan Serie A Italia yang berpeluang besar digulirkan lagi dalam waktu dekat.

Sedangkan Ligue 1 Prancis, Eredivisie Belanda dan Liga Pro Belgia telah resmi dihentikan.

Begini Janji Joan Laporta Jika Jadi Presiden Lagi

Joan Laporta coba untuk merayu anggota Barcelona untuk memilihnya lagi menjadi presiden Klub selanjutnya. Ada beberapa janji yang diumbar andai saja jadi yang terpilih, salah satunya memulangkan Neymar.

Barcelona sebenarnya sedang dirundung isu perpecahan selama beberapa bulan terakhir ini. Konflik internal diyakini tengah menimpa juara bertahan La Liga Spanyol tersebut.

 

Bahkan, informasi yang beredar mengklaim adanya desakan pencopotan Josep Maria Bartomeu dari kursi Presiden tahun depan. Entah benar atau tidak, yang jelas situasi internal di klub Catalan kini memang sedang kocar-kacir.

 

Ada beberapa spekulasi yang terdengar, mulai dari perpecahan di ruang ganti pemain, sampai tudingan yang tidak-tidak tentang kapten tim, Lionel Messi. Mega bintang Barcelona itu sebelumnya juga pernah berseteru dengan direktur olahraga klub, Eric Abidal.

 

Joan Laporta sendiri pernah menjabat sebagai orang nomor satu di Barcelona, tepatnya antara 2003 sampai 2010, diapun secara terbuka mengaku ingin menjabat di posisi yang sama. Untuk itu ia mulai mencoba untuk mencari simpati publik terhadap dirinya.

 

Nah, salah satu cara menarik simpati para anggota klub adalah dengan rencananya memulangkan Mega bintang Brazil, Neymar ke Camp Nou.

 

Menurut pandangannya, sosok berusia 28 tahun tersebut adalah pemain yang luar biasa dan memang krusial bagi timnya. Karena itu, jika kembali terpilih, Laporta bertekad mengupayakan segalanya demi mewujudkan kembalinya Neymar ke pelukan Barcelona.

 

“Mereka [Barcelona] saat ini masih belum punya rencana yang jelas dengan dia [Neymar]. Kalau saya sih, saya pasti akan memulangkannya ke Barcelona.” ujarnya kepada Deportes Cuatro.

 

Selain itu, Laporta juga coba menggoda publik dengan mewujudkan apa yang selama ini diinginkan para tifosi klub, tak lain tentang kontrak Lionel Messi.

 

Perlu diketahui, sekarang ini sisa kontrak La Pulga di Barcelona hanya sampai tahun 2021 mendatang. Laporta pun siap memberikan kontrak baru kepada mega bintang Argentina tersebut.

 

“Saya rasa kami tidak akan mengalami masalah yang berarti untuk memperbaharui kontrak Messi.” ujarnya.

 

Neymar sendiri kabarnya bersedia kembali ke Barcelona, tapi yang jadi masalah bagi raksasa Catalan adalah banderol tinggi sang pemain.

Bisa Didapat Secara Gratis, Arsenal Harus Pertimbangkan Thomas Meunier

Dengan fakta bahwa usianya masih 28 tahun dan sempat tampil cemerlang bersama Paris Saint-Germain, harusnya Thomas Meunier bisa jadi target ideal bagi Arsenal. Nilai plusnya, sang pemain sedang berada di tahun terakhir dalam kontraknya bersama klub Prancis.

Arsenal memang masih terus berusaha untuk meningkatkan kualitas skuat mereka demi bisa bersaing kembali di papan atas klasemen. Kehadiran pelatih anyar Mikel Arteta tampak memberikan perkembangan yang cukup bagus.

Hanya saja, sosok legenda The Gunners tersebut baru masuk menggantikan Unai Emery di pertengahan musim. Dengan kata lain, Arteta belum memiliki tim atau pemain yang sesuai dengan keinginannya.

Karena itu, Arsenal diyakini sedang menargetkan beberapa nama pemain untuk dibeli pada musim panas mendatang. Sejauh ini, The Gunners sudah dikaitkan dengan Dayot Upamecano, Philippe Coutinho hingga Thomas Partey.

Hanya saja, para pemain tersebut dipercaya hanya bisa direkrut dengan harga yang tinggi. Sedangkan klub saat ini sedang tidak berada dalam kondisi finansial yang bagus.

Tak lain penyebabnya karena pandemi Virus Corona yang membuat kompetisi sepakbola dan aktivitas klub jadi terhenti. Bahkan karenanya, Arsenal sampai menerapkan kebijakan pemotongan gaji sebesar 12,5 persen saja.

Karena alasan tersebut, klub London Utara diyakini tidak bisa merekrut pemain dengan harga selangit. Untuk menghemat pengeluaran klub, Arsenal bisa menggaet pemain yang berstatus bebas transfer pada musim panas nanti.

Terlebih, ada beberapa nama pemain bintang yang habis masa kontraknya di musim panas mendatang. Termasuk salah satunya adalah bek timnas Belgia, Thomas Meunier.

Thomas Meunier sejatinya sempat dikaitkan dengan Arsenal pada musim panas lalu meski kepindahannya tidak terwujud. Pemain berusia 28 tahun itu pandai memulihkan bola yang hilang (1,7 tekel sukses per laga di Ligue 1) dan bisa menjadi aset berharga di masa depan.

Mengingat perkembangan Hector Bellerin mandek, Arsenal membutuhkan seseorang untuk jadi pesaing pemain Tim Nasional Spanyol tersebut. Meunier, yang telah mengangkat banyak trofi bersama Paris Saint-Germain sejauh ini tentu akan jadi sosok yang tepat.

Di satu sisi, Sang pemain juga masih berusia 28 tahun.

Cristiano Ronaldo Memang Hebat, Tapi Messi Lebih Baik

Antonio Rudiger baru-baru ini ikut meramaikan perdebatan tentang siapa yang lebih baik antara Messi atau Ronaldo. Menurut bek Chelsea, kedua pemain itu adalah pemain yang luar biasa, tetapi Messi disebut sedikit lebih baik.

Selama kurang lebih dua dekade terakhir ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo memang didapuk menjadi pemain terbaik dunia, tanpa saingan. Kedua pemain tersebut terus menerus mencetak gol dan secara konsisten meraih gelar-gelar bergengsi bersama tim masing-masing.

Kehebatan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo membuat publik sering kali berdebat tentang siapa yang lebih baik diantara keduanya.

Ada yang menyebut bahwa Lionel Messi lebih baik, dan ada juga yang mengklaim Ronaldo layak disebut sebagai yang lebih baik. Ketika ditanya pendapatnya, Rudiger mengakui bahwa kedua pemain sama-sama memiliki kualitas yang sangat bagus.

“Mereka berdua sangat menonjol, dan mereka seperti datang dari Dunia yang lain,” beber Rudiger kepada Sky Sports.

Bek Chelsea ini menilai bahwa masing-masing pemain tersebut punya kelebihan yang berbeda. Hanya saja, Lionel Messi ketika bermain dalam kondisi terbaiknya dan menjalani hari yang baik, maka tidak ada pemain yang bisa menghentikan dia.

“Mereka berdua memiliki kualitas yang berbeda. Ketika anda menghadapi Messi, maka perasaan yang muncul di benak anda adalah semua tergantung pada dirinya. Jika ia berada dalam mood yang bagus atau sedang menjalani hari yang baik, anda tidak akan bisa menghentikannya. “ tandasnya.

Sedangkan untuk yang lebih baik, Rudiger memilih Messi. Bahkan, dia menganggap mega bintang Argentina itu sebagai yang terbaik dalam sejarah, melebihi Pele dan Maradona sekalipun.

“Jika saya harus memilih salah satu dari antara mereka, maka itu adalah Messi. Apakah ia pemain terbaik sepanjang sejarah? Saya pribadi tidak pernah melihat Pele atau Diego Maradona bermain, karena mereka tidak berasal di era saya, sehingga bagi saya Messi-lah yang terbaik.” ujarnya.

Messi dan Ronaldo sampai saat ini masih bersaing menjadi pemain tersubur. Pemain Barcelona sudah mengemas 627 gol, sedangkan bintang Juventus mencatat 626 gol.

Legenda Besar Liverpool Positif Terjangkit Virus Corona

Sebuah kabar tak menyenangkan datang dari pemuncak klasemen sementara Premier League, Liverpool. Dimana salah seorang legenda besar mereka, Kenny Dalglish dikonfirmasi telah positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19.

Wabah Virus Corona sejatinya memang menjadi momok menakutkan bagi semua orang saat ini. Virus ini tak pandang bulu, bisa menyerang siapa saja, terutama jika sistem imunitas mereka lemah. Bahkan, pemain sepakbola professional yang terjamin gaya hidup sehatnya juga bisa terjangkit.

Di Premier League, pada awal masa kompetisi ditangguhkan muncul kabar terjangkitnya dua pelaku sepakbola. Dia adalah pelatih Arsenal, Mikel Arteta dan salah seorang penyerang muda Chelsea, Callum Hudson Odoi.

Kini ada pelaku sepakbola lainnya yang terjangkit lagi, tapi dia bukan kalangan pemain atau pelatih. Sosok tersebut adalah legenda besar Liverpool, Kenny Daglish.

Lewat laman resmi mereka, Liverpool menjelaskan bahwa Dalglish masuk rumah sakit pada Rabu (8/4/2020) kemarin untuk menjalani perawatan infeksi yang membutuhkan antibiotik. Sesuai prosedur, Dalglish pun kemudian menjalani tes Covid-19 meski tak menunjukkan gejala dari penyakit tersebut.

Hasilnyapun memperlihatkan bahwa Daglish memang telah positif COVID-19, kendati tidak memperlihatkan gejala-gejala umum. Liverpool lantas menjelaskan bahwa Daglish sekarang menjalani masa karantina secara sukarela dalam jangka waktu lebih lama.

“Beliau ingin menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih pada staf NHS yang brilian, di mana dedikasi, keberanian, dan pengorbanan harus menjadi fokus dari perhatian negara di masa luar biasa ini,”

“Beliau juga meminta diberikan ruang untuk melakukan tugas mereka selama masa yang menantang bagi mereka ini dan privasi keluarga mereka untuk dihormati. Dia tak sabar segera pulang ke rumah,” demikian pernyataan resmi Liverpool.

Sebagai informasi, Kenny Daglish adalah salah satu legenda besar Liverpool. Sepanjang membela Tim Marseyside, yang bersangkutan mencatat 515 penampilan dan mencetak 172 gol diantaranya di semua ajang.

Sedangkan dari segi prestasi, Dalglish sukses mempersembahkan lima gelar liga, tiga Piala Champions dan tiga trofi Piala Liga. Dia juga pernah menjabat sebagai pelatih Liverpool, dan berhasil mempersembahkan 2 gelar Liga Inggris dan 1 Trofi Piala FA.

Kesuksesan Liverpool Diraih Karena Mentalitas Yang Bagus

Kapten Liverpool Jordan Henderson menganggap Jurgen Klopp tak hanya mahir dalam meramu taktik, tapi juga bisa mengangkat mentalitas para pemainnya yang dinilai sebagai kunci sukses The Reds.

Jordan Henderson (14) of Liverpool applauds the Liverpool supporters during the Premier League match between Leicester City and Liverpool at the King Power Stadium, Leicester on Thursday 26th December 2019. (Photo by Jon Hobley/MI News/NurPhoto)

Sejak kedatangan Jurgen Klopp di akhir tahun 2015 lalu, Liverpool memang tampil berbeda. Meski tak memberikan dampak instan, namun perlahan performa The Reds perlahan meningkat menjadi semakin lebih baik.

Pada akhirnya, di musim 2017/18 hasilnya sedikit nampak. Liverpool sukses melangkah ke babak final Liga Champions Eropa. Sayang sekali di laga puncak mereka dikalahkan Real madrid dengan skor telak 1-3. Alhasil, The Reds harus puas finish sebagai runner up.

Akan tetapi, Tim Marseyside mencoba membayar kesalahan mereka di musim berikutya. Kali ini, pasukan Jurgen Klopp berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa berkat kemenangan telak 2-0 atas Tottenham Hotspur di partai final.

Sedangkan musim ini, Jordan Henderson dkk melanjutkan performa positif mereka. Sang juara Eropa tampil menggila di ajang Premier League. Bahkan, dari 29 pertandingan yang telah berlangsung, mereka hanya kalah sekali, dan menang 27 kali.

Torehan tersebut membuat Liverpool sekarang berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 25 poin atas rival terdekatnya, Manchester City. Jika memenangkan dua laga berikut, otomatis gelar juara ada dalam genggaman mereka.

Berbicara tentang sukses Liverpool dalam beberapa musim terakhir ini. Kapten Jordan Henderson melayangkan sanjungan kepada pelatih Jurgen klopp. Bukan hanya soal meramu taktik, tapi kecerdikan sang pelatih mengangkat mentalitas rekan-rekannya.

“Mentalitas dan ketahanan semacam itu di dalam diri kami, terutama musim ini, sangat besar dalam hal pertandingan yang telah kita menangi. Saya merasa seolah-olah itu adalah sesuatu yang benar-benar mulai ditanamkan oleh manajer dalam tim ketika ia pertama kali datang.”

“Ketika ia pertama kali datang, saya bisa mengingat ia berbicara tentang untuk tidak pernah berhenti dan menyelesaikan atau mengubah mentalitas Anda dalam pertandingan,” kata Henderson di Sky Sports News.

Jika juara, Liverpool akan mengakhiri kutukan yang berlangsung selama tiga dekade terakhir. Sayang, kompet