Frank Lampard Ungkap Kondisi Callum Hudson-Odoi

Callum Hudson-Odoi menjadi satu-satunya pemain Chelsea yang terjangkit Virus Corona, lantas bagaimana kondisinya sekarang ini ?

Sebagaimana diketahui, Wabah Virus Corona memang sudah merambah sampai ke Britania Raya, termasuk di Kota London. Bahkan, para pelaku sepakbola di sana sudah ada yang positif terjangkit virus COVID-19 ini.

Ironisnya lagi, kedua sosok tersebut adalah mereka yang bermain di Premier League, antara lain Pelatih Arsenal Mikel Arteta dan striker Chelsea, Callum Hudson-Odoi. Keduanya, merupakan kasus Corona pertama di kalangan sepakbola Inggris.

Setelah menjalani proses karantina dan mendapat perawatan intensif selama beberapa hari terakhir, pelatih Arsenal Mikel Arteta telah dinyatakan sembuh. Lantas, bagaimana dengan callum Hudson-Odoi ?

Pelatih Chelsea, Frank Lampard mengaku tetap berkomunikasi secara intens dengan pemain berusia 19 tahun tersebut selama masa karantina berlangsung.

Diungkapkan sang manajer bahwa sekarang ini kondisi sang pemain sudah semakin membaik setiap harinya.

“Saya berbicara kepada Callum dan senang rasanya dia telah sepenuhnya pulih. Saya berbicara dengannya sepanjang pekan pertama ketika dia mulai merasakan sakit dan itu saat yang aneh,”

“Syukurlah dia tak terlalu menderita dan kami senang dia bisa melewati ini. Sekarang yang dilakukan hanyalah tindakan pencegahan wajib dengan seluruh skuad, dan itu sudah kita lakukan sejak dia pertama kali dites positif dan semuanya baik-baik saja di iklim saat ini,” ujar Lampard dalam video yang diunggah di laman resmi klub.

Adapun, akibat dari temuan kasus positif Corona ini membuat Chelsea langsung mengharuskan semua pemain dan staff mereka untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Meski sedang melakukan karantina mandiri, para pemain Chelsea tetap diwajibkan melakukan latihan dengan peralatan seadanya. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kebugaran mereka agar selalu siap saat kompetisi digelar lagi.

“Saya yakin para pemain tidak kehilangan motivasi dan saya tahu mereka akan menjaga kebugaran di rumah dan memperhatikan mereka untuk saat ini,” tukasnya.

Awalnya, Liga Primer Inggris hanya ditunda sampai awal April 2020 mendatang. Namun, hasil rapat terbaru membuahkan keputusan bahwa kompetisi baru akan digelar pada akhir April.

Dybala Adalah Jadi Alasan Kenapa Lukaku Gabung Inter Milan

Bisa dikatakan, Inter Milan harus berterima kasih kepada bintang muda Argentina, Paulo Dybala. Pasalnya, mantan pemain Palermo itu menolak bergabung dengan Manchester United, sehingga Nerazzuri bisa dengan leluasa mendapatkan jasa Lukaku.

Inter Milan sendiri berhasil menggaet Romelu Lukaku dari Manchester United pada bursa transfer musim panas kemarin. Berdasarkan informasi yang terdengar, saat itu Nerazzurri membayar sebesar 80 Juta Euro untuk sang pemain.

Namun, sebelum pemain Belgia itu merapat ke San Siro, ada Juventus yang sempat berusaha menggagalkan transfer ini. Mereka menawarkan Paulo Dybala sebagai alat tukar agar Lukaku merapat ke Turin.

Akan tetapi, Dybala sendiri yang kemudian menolak bergabung dengan Manchester united. Di satu sisi, Lukaku yang memang tak ingin bertahan di old trafford pada akhirnya memilih merapat ke Inter Milan.

Pada awalnya, skenario tersebut sempat diklaim hanya karangan media saja, tapi belakangan terungkap bahwa itu memang benar adanya. Bahkan Lukaku sendiri telah mengkonfirmasi bahwa Juventus juga sempat berusaha mendapatkan servisnya saat itu.

Sekarang, giliran Agen transfer sang pemain, Federico Pastorello yang angkat bicara mengenai kronologi kepindahan kliennya.

“Romelu sudah menyatakan niatan untuk meninggalkan Premier League. Dia butuh dicintai, ini yang menjadi perbedaan, dan dia dengan segera menyadari kehangatan fans Inter ketimbang Juventus,”

“Bianconeri adalah klub yang lebih baik, begitu banyak orang yang akan senang dengan kedatangan Lukaku, tetapi untuk Inter ini mewakili masa berbelok dan dia melihat itu dengan cepat. Dia langsung merasa dicintai oleh fans,” ujarnya ke Sky Sport Italia.

Pastorello lantas mengungkapkan bahwa saat itu memang ada upaya Juventus untuk menukar Dybala dengan Lukaku. Dia juga mengakui bahwa sulit untuk membuat Manchester United sadar bahwa kliennya tak ingin bertahan di Old Trafford.

“Kurangnya kesepakatan antara Dybala dan Manchester United menjadi penentu. Tanpa keraguan, ini adalah transfer terbesar dalam karir saya. Kami harus memaksa United untuk sadar bahwa Lukaku ingin pindah,” lanjutnya.

Pada akhirnya, Lukaku pindah ke Inter Milan. Bersama raksasa Serie A italia, performanya kembali memukau.

Klub-Klub Eropa Sepakat Musim Ini Harus Berakhir pada 30 Juni

Asosiasi Sepakbola Tertinggi Eropa, UEFA telah mengumumkan bahwa klub-klub yang menjadi anggota mereka mencapai kesepakatan terkait dengan penangguhan kampanye musim ini. Mereka sepakat untuk merampungkan kompetisi dengan deadline tanggal 30 juni 2020 mendatang.

Seperti diketahui, Wabah Virus Corona saat ini memang sudah benar-benar mengancam semua aspek, termasuk sepakbola sendiri. Mengingat Eropa merupakan salah satu benua yang terpapar parah oleh wabah COVID-19 ini, alhasil hampir semua kompetisi sepakbola professional dihentikan.

Mulai dari Liga Primer Inggris, Serie A italia, la Liga Spanyol, Bundesliga Jerman sampai Ligue 1 Prancis telah resmi ditangguhkan sementara waktu. Bahkan, UEFA juga sepakat untuk menangguhkan kompetisi major mereka, Liga Champions Eropa dan Liga Europa.

Tak sampai disitu, Asosiasi Sepakbola Eropa tersebut juga sudah mengambil keputusan resmi bahwa mereka akan menunda gelaran akbar Piala Eropa atau Euro 2020. Harusnya gelaran empat tahun sekali itu digelar pada Juni 2020 mendatang, kini dipastikan mundur sampai Juni 2021 mendatang.

Tak lama setelah mengumumkan keputusan tersebut, UEFA kemudian mengumumkan keputusan baru lainnya. Kini klub-klub Eropa berkomitmen untuk menyelesaikan musim ini pada 30 Juni mendatang, tentunya dengan syarat bahwa situasi nantinya sudah menjadi lebih baik dari saat ini.

Jika memang bisa berjalan sesuai rencana, maka musim ini selesai tepat sebulan dari jadwal semula, yakni pada 30 Mei mendatang.

Perlu diketahui, 30 Juni memang selalu menjadi masa akhir tahun kompetisi. Hal ini biasanya berkaitan dengan kontrak pemain, pelatih, atau sponsor. Karenanya, untuk menyiasati hal tersebut, UEFA lantas memodifikasi jadwal yang tersisa di seluruh kompetisi sepakbola Negara-Negara Eropa musim ini.

Tak hanya itu, UEFA juga menyebut bahwa ada kemungkinan penyesuaian untuk jadwal babak kualifikasi Liga Champions dan Liga Europa yang biasanya sudah dimulai pada Juli.

Sebagai informasi, kompetisi yang paling dekat dengan akhir kampanye musim ini adalah Liga Primer inggris dan Bundesliga Jerman. Sedangkan Liga Champions Eropa sendiri baru akan memasuki pertandingan leg kedua babak 16 besar, dengan sisa 4 pertandingan lagi belum berlangsung.

Solskjaer Tak Masalah Jika Premier League Berakhir Lebih Cepat

Virus Corona atau COVID-19 sudah mulai menjamah beberapa negara besar Eropa, termasuk Inggris. Terkait hal ini, manajer MU Ole Gunnar Solskjaer mengaku tak keberatan jika kompetisi Premier League harus dihentikan lebih awal.

Sebenarnya, sejak awal wabah yang diyakini berasal dari kota Wuhan, China ini memang sudah memprihatinkan. Pasalnya, belum ada vaksin tepat yang ditemukan para ahli medis, sehingga tak heran jika virus ini masih eksis sampai sekarang.

Lebih parahnya lagi, Virus tersebut sudah menyebar ke berbagai negara. Italia salah satunya, dimana ada lebih dari 2000 kasus Corona yang ditemukan di sana. Karena situasi tersebut, beberapa agenda Internasional pun ditunda, termasuk Serie A Italia sendiri.

Kini, giliran Inggris yang mendapati temuan kasus virus COVID-19 di salah satu daerah mereka. Lantas, apakah akan ada kebijakan yang sama seperti di Italia ? Atau Premier League justru akan diberhentikan lebih awal dari seharusnya ?

Berbicara mengenai hal tersebut, manajer Ole Gunnar Solskjaer mengakui bahwa penting untuk melakukan tindak pencegahan seperti ini.

Bahkan, juru taktik Manchester United itu sama sekali tak keberatan jika kompetisi memang dihentikan lebih awal.

“Saya akan memahami, ya, dalam situasi tersebut. Tentu saja semuanya tergantung kepada ahli untuk menentukan serta kekhawatiran utamanya harus kesehatan publik umum. Dan keputusan yang akan dibuat, kami akan mendukung. Kami tidak tahu apa yang bakalan terjadi. Kami harus terus berjalan dengan itu selagi bisa,” ujar Solskjaer dikutip dari Evening Standard.

UEFA sebagai penyelenggara Liga Champions Eropa dan Liga Europa telah memastikan bahwa hampir semua pertandingan bakal bergulir tanpa penonton. Termasuk laga leg pertama 16 besar Liga Europa antara Manchester United melawan LASK dinihari nanti.

Terkait dengan kebijakan tersebut, Solskjaer merasa aneh. Pasalnya, pertandingan dilangsungkan memang untuk para fans sepakbola.

“Saya pikir sepak bola ada untuk fans. Tanpa fans, kami bukanlah siapa-siapa. Pertandingan seharusnya akan selalu untuk mereka,” tambahnya.

Jika memang Premier League berakhir lebih cepat, artinya Manchester United juga harus puas dengan peringkat mereka saat ini di posisi ke-5.

De Jong Dianggap Main Buruk, Begini Pembelaan Van Gaal

Gelandang Frenkie De Jong dianggap tampil buruk di Barcelona pada musim perdananya. Terkait penilaian tersebut eks pelatih Timnas Belanda Louis Van Gaal angkat bicara.

Seperti diketahui, Frenkie De Jong dibeli Barcelona pada bursa transfer musim panas kemarin dari Ajax Amsterdam. Rencananya, gelandang berusia 22 tahun itu jadi salah satu bagian dari regenerasi yang dilakukan raksasa Catalan.

Tak tanggung-tanggung, Barcelona sampai rela menghabiskan 80 Juta Euro untuk membeli sang pemain dari Ajax. Harga yang masuk akal. Semusim sebelumnya, De Jong tampil impresif bersama Ajax di Liga Champions dan Eredivisie.

Akan tetapi, selama beberapa bulan terakhir ini De Jong kerap mendapat kritikan. Tak lain karena performanya yang dianggap masih belum mampu memenuhi ekspektasi publik.

Terkait dengan kritikan yang menimpa sang pemain, Louis Van Gaal angkat bicara. Mantan pelatih Manchester United tersebut menegaskan bahwa De Jong sudah tampil bagus di Barcelona, dan perlu diingat juga dia baru menjalani musim perdana di Spanyol.

“Dia sudah sangat baik jika mengingat dia masih 22 tahun dan pergi ke luar negeri, memasuki kultur yang berbeda. Juga, Barca membayar mahal untuknya, yang menambah tekanan,” ujar Van Gaal kepada Ziggo Sport via Sport.

Lebih lanjut, sosok yang juga pernah menangani Timnas Belanda ini mengklaim bahwa Ernesto Valverde (Eks Pelatih Barca) tentu saja senang dengan kedatangan De Jong. Hanya saja, sekarang ada pelatih lain yang bekerja di kursi manajer.

“Ernesto Valverde jelas senang mendapatkannya, tapi sekarang ada pelatih lain di sana dan ada pertanyaan tentang apakah dia akan terus bermain,” imbuh Van Gaal.

Karenanya, Van Gaal menganggap bahwa performa buruk De Jong hanya permainan dari media-media. Di samping itu, sang pemain juga tidak bermain di posisi yang biasa dia mainkan.

“Ini hanyalah permainan media, dilebih-lebihkan, dia tidak bermain cukup baik musim ini karena dia tidak bermain di posisi yang seharusnya. Saat masih di Ajax, semua orang mencari dia, dia adalah pusat permainan. Di Barca dia tidak bisa melakukan itu. Itulah perbedaan besarnya,” pungkasnya.

Menurut Vinicius Jr, Gol Gabriel Jesus Tidak Sah

Penyerang muda Real Madrid, Vinicius Jr. tampaknnya masih belum terima dengan kekalahan yang ditelan timnya dari Manchester City dinihari tadi. Pemain Brazil ini lantas mengklaim bahwa gol yang dicetak Kevin De Bruyne tidak sah.

Real Madrid menelan petaka di kandangnya sendiri saat menjamu Manchester City pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa dinihari WIB tadi (27/02). Laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu itu berakhir dengan kedudukan 1-2, kemenangan tim tamu.

Real Madrid lebih dulu unggul dalam pertandingan tersebut berkat gol yang dicetak Isco. Namun Publik Santiago Bernabeu terbungkam saat Gabriel Jesus menyamakan kedudukan. Di akhir pertandingan, Kevin De Bruyne mampu membalikkan kedudukan menjadi 1-2 lewat penalti.

Selepas pertandingan, para pemain tampak tak terima dengan kekalahan tersebut. Mereka menganggap gol Gabriel Jesus harusnya tidak sah. Pasalnya pemain Brazil tampak mendorong Sergio Ramos sebelum mencetak gol penyama kedudukan.

Vinicius Jr adalah salah satu pemain yang memiliki pendapat serupa, diapun tampak kesal karena wasit enggan melihat VAR terlebih dulu.

“Gabriel Jesus melakukan pelanggaran, semua orang tahu itu. Wasit tidak mau menggunakan VAR. Saya lihat sendiri dari samping, itu jelas pelanggaran. Sudah sering wasit melakukan keputusan yang merugikan kami dengan sengaja. Kami adalah tim dengan gelar La Liga dan Liga Champions terbanyak, selalu saja seperti ini,” kata Vinicius Jr.

Real Madrid tampak semakin kacau setelah wasit menunjuk titik putih penalti di menit ke-85, saat itu dani Carvajal dinilai melanggar raheem Sterling dalam kotak terlarang. Kembali, wasit tidak melihat VAR sebelum mengambil keputusan tersebut.

Tak sampai disitu, Wasit juga melayangkan kartu merah kepada Kapten Sergio Ramos tiga menit berselang. Dengan begitu, Ramos dipastikan absen pada pertandingan leg kedua bulan Maret mendatang.

Kekalahan ini tentu saja mempersulit langkah Real madrid untuk melaju ke babak perempat final. Minimal, mereka harus menang dengan margin dua gol saat bertandang ke Etihad pada leg kedua 19 Maret mendatang. Atau, mereka juga bisa lolos jika menang dengan skor akhir 3-2.

Pep Guardiola : Leicester City Dulu, Baru Real Madrid

Manchester City akan dihadapkan dengan dua pertandingan sulit selama sepekan ke depan, termasuk salah satunya melawan Real Madrid. Namun pelatih Pep Guardiola memastikan bahwa timnya lebih dulu fokus pada laga melawan Leicster City.

Real Madrid memang selalu jadi lawan yang berat bagi tim manapun, tak terkecuali Manchester City. Bisa mengalahkan raksasa La Liga Spanyol tersebut bakal menjadi prestasi, apalagi di ajang Liga Champions Eropa.

Nah, Manchester City akan mendapat kesempatan yang langka tersebut. Pasukan Pep Guardiola akan menghadapi Real Madrid pada dua leg babak 16 besar Liga Champions Eropa. Leg pertamanya sendiri akan digelar pekan depan.

Jelang pertandingan tersebut, antusias para fans kedua kubu begitu besar. Bahkan, para pemain Manchester City juga tampak sudah tidak sabar untuk segera berhadapan dengan Los Blancos. Namun pelatih Pep Guardiola menegaskan bahwa timnya lebih dulu fokus pada partai melawan Leicester City.

Menurut Guardiola, kemenangan atas Leicester City tidak hanya akan memperlebar jarak atas pasukan Brendan Rodgers tersebut tapi juga meningkatkan kepercayaan diri untuk berhadapan dengan Real Madrid.

“Ini bukan hanya tentang mencoba memperlebar kesenjangan atas Leicester – jika kami bermain dengan baik, kami bermain lebih percaya diri ke Madrid – tetapi saya tidak akan berpikir tentang Madrid. Penampilan di Leicester ini bisa membantu kami memenangkan pertandingan.” kata Guardiola di situs resmi klub.

Sebelum berhadapan dengan Real Madrid, Manchester City akan bertandang ke markas Leicester pada pekan ke-27 Premier League 2019/20. Pertandingan itu akan digelar di King Power Stadium, Minggu dinihari WIB (23/02).

Sedangkan pertandingan melawan Real Madrid akan berlangsung pada Kamis dinihari WIB Mendatang (27/02) di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid.

Sebagai informasi, Manchester City saat ini berada di posisi ke-2 pada klasemen sementara, mereka hanya unggul empat poin atas The foxes. Jadi, wajar jika sang juara bertahan berupaya untuk memperlebar jarak tersebut. Apalagi, mereka akan bermain di kandang sendiri dalam laga nanti.

Selain itu, mengejar Liverpool juga tampaknya sudah tidak berada dalam jangkauan Manchester City saat ini.

Carles Perez Sudah Sepenuhnya Lupakan Barcelona

Menimba ilmu di tim akademi Barcelona tak selalu membuat seorang pemain terikat dengan klub Catalan tersebut. Setidaknya hal itu yang dirasakan Carles Perez. Begitu meninggalkan Camp nou pada musim dingin kemarin, dia tak punya niatan kembali lagi.

Sebagai informasi, Carles Perez sejatinya adalah salah satu hasil jebolan akademi La Masia milik Barcelona. Sayangnya, padatnya materi di sektor depan Barcelona membuatnya kesulitan untuk mendapatkan menit bermain yang cukup.

Akhirnya, pada bulan Januari kemarin, yang bersangkutan sepakat untuk bergabung dengan AS Roma lewat status pinjaman. Durasi peminjamannya sendiri sangatlah singkat, di mana Perez membela Gialorossi di sisa kampanye musim ini.

Kendati demikian, Perez dipastikan tetap jadi pemain AS Roma musim depan. Pasalnya, kesepakatan yang tercapai dengan Barcelona mengharuskan klub Italia untuk menebus Perez secara permanen di akhir musim nanti seharga 13 Juta Euro.

Tidak diketahui, apakah Barcelona menyertakan klausul pembelian kembali dalam kesepakatan tersebut. Jika ada, Perez tentu bisa kembali ke Camp Nou jika memang dia tampil cemerlang bersama AS Roma.

Hanya saja, sang pemain tampak sudah melupakan raksasa Catalan yang disebutnya hanya bagian kecil dari masa lalu.

“Kalau saya memilih untuk datang ke sini, itu karena saya ingin tumbuh sebagai seorang pemain. Saya menandatangani kontrak empat setengah tahun, dan akan memberikan yang terbaik untuk Roma. Barcelona adalah bagian dari masa lalu saya,” Kata Perez seperti yang dikutip dari Football Italia.

Perez sudah mencatatkan debutnya di Serie A, saat AS Roma berhadapan dengan Sassuolo awal Februari lalu. Saat itu, AS Roma berhasil menang dengan skor 4-2, Perez sendiri masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.

Diakui Perez, bahwa Serie A adalah kompetisi yang benar-benar berbeda dengan La Liga Spanyol. Namun, sedari awal Perez sudah mendapat penjelasan dari pelatih Fonsesca.

“Ya itu benar, dia memberi tahu saya soal permainan Serie A lewat telepon. Saya bisa dengan cepat membuktikan agresi saya pada pertandingan pertama. Pada laga kedua, saya sudah merasa lebih nyaman dan saya rasa semuanya berjalan dengan lebih baik,” pungkasnya.

Jumpa Sociedad di Perempat Final Copa Del Rey, Ini Kata Madrid

Real Madrid dipastikan akan berhadapan dengan Real Sociedad pada babak perempat final Copa Del Reyu musim ini. Bermain di Santiago Bernabeu pada pertandingan nanti, Madrid jelas lebih diunggulkan. Namun, Direktur olahraga Emilio Butragueno menegaskan bahwa Real Sociedad pantang diremehkan.

Federasi Sepakbola Spanyol, RFEF selaku penggagas ajang Piala Raja atau Copa Del Rey memang telah melakukan drawing atau undian untuk babak perempat final ajang tersebut. Hasilnya, Real madrid terhindar dari laga El Clasico melawan Barcelona.

Sebaliknya, Los Blancos justru diundi melawan tim yang lebih lemah, Real Sociedad. Sebagai informasi, sebelumnya Real Madrid sempat mengalahkan La Real dengan skor telak 3-1 pada ajang La Liga Spanyol.

Kemudian, keunggulan Pasukan Zinedine Zidane juga terlihat dari posisi kedua tim di klasemen sementara.. Madrid berada di peringkat pertama, unggul 12 angka atas Sociedad yang berada di peringkat enam.

Tak heran jika Real Madrid lebih diunggulkan meraih kemenangan dalam pertandingan nanti, apalagi laga tersebut akan berlangsung di Santiago Bernabeu.

Namun, direktur olahraga Real Madrid, Emilio Butragueno menegaskan bahwa tim besutan Zinedine Zidane tidak akan meremehkan kekuatan Real Sociedad.

“Seperti biasa, itu akan menjadi lawan yang sulit. Kami bermain di kandang sendiri dan kami harus menggunakannya untuk keuntungan kami, tetapi di depan kami kami akan memiliki tim yang menjalani musim yang luar biasa,”

“Mereka memiliki pemain yang sangat direct dan kreatif. Kami harus memanfaatkan dinamika positif dan hasil yang menguntungkan dari beberapa pekan terakhir,” katanya seperti dilansir Goal International.

Adapun, rival abadi Real Madrid, Barcelona akan berhadapan dengan lawan yang lebih kuat, Athletic Bilbao. Hasil drawing lainnya adalah Valencia melawan Granada, sedangkan Villarreal berhadapan dengan Mirandes.

RFEF mengumumkan laga perempat final Copa del Rey itu akan digelar pada tanggal 4, 5, dan 6 Februari. Namun untuk kepastian siapa yang bermain tanggal berapa dan pukul berapa akan diumumkan dalam waktu dekat.

Akankah Real Madrid berhasil menuju babak semifinal pada gelaran tahun ini ?

AC Milan Ternyata Sempat Berniat Jual Donnarumma

Sebuah informasi yang cukup mengejutkan diutarakan kiper kondang Spanyol, Pepe Reina terkait dengan keputusannya bergabung dengan AC Milan tahun 2018 lalu. Mantan penjaga gawang Liverpool ini mengungkapkan bahwa saat itu Rossoneri mengiming-iminginya posisi di tim utama lantaran klub berniat menjual Gianluigi Donnarumma.

Sebagai informasi, Pepe Reina bergabung dengan AC Milan pada bursa transfer musim panas tahun 2018 silam. Sebelum merapat ke San Siro, faktanya mantan kiper Bayern Munchen ini tampil cemerlang untuk Napoli dengan torehan 22 Cleansheet dari 47 pertandingan. Artinya, Reina memang masih moncer meski usianya sudah tidak muda lagi.

Dengan statistik tersebut, harusny Reina bisa pindah ke klub Eropa lainnya. Tapi pada akhirnya, Reina memutuskan untuk bergabung dengan AC Milan. Padahal klub tersebut sudah memiliki kiper utama yang merupakan binaan tim akademi Milan sendiri, yakni Gianluigi Donnarumma. Memang, sempat terdengar kabar bahwa Rossoneri berniat menjual kiper andalan mereka tersebut.

Namun pada akhirnya, rumor itu hanya menjadi kabar burung belaka sebab Donnarumma bertahan sampai sekarang. Walau demikian, diungkap Pepe Reina bahwa sebenarnya rumor tersebut benar adanya. Bahkan AC Milan sudah memberitahunya dulu sebelum bergabung, dimana hal tersebutlah yang membuat Reina menerima tawaran Rossoneri.

“Saya pindah ke Milan karena Gianluigi Donnarumma hendak dijual, tapi pada akhirnya dia bertahan. Saya juga mencoba untuk membantu pertumbuhan Gigio,” ungkap Reina kepada Onda Cero.

Selama kurang lebih dua tahun membela AC Milan, Pepe Reina ikut merasakan periode pelik yang tengah dialami klub tersebut. Diapun mengakui Milan sedang kesulitan hingga sekarang, tapi yakin akan kembali berjaya seperti sebelumnya.

“Milan sedang mengalami sedikit kesulitan, namun mereka bakalan kembali pada level sebelumnya,” tutup mantan kiper Liverpool tersebut.

Adapun, Pepe Reina sendiri saat ini tidak lagi membela AC Milan, dia sudah resmi bergabung dengan klub Premier League, Aston Villa. Ia direkrut pada bursa transfer musim dingin ini dengan status pinjaman hingga bulan Juni nanti. Kecil kemungkinan bagi Reina untuk kembali ke San Siro selepas masa pinjamannya berakhir nanti.